Subscribe:

Alternatif Biaya Pendidikan Anak

Asuransi pendidikan merupakan salah satu jenis asuransi jiwa yang mengandung unsur investasi, yakni pada tahapan-tahapan pendidikan anak, maka ada sejumlah nilai tunai yang bisa diambil untuk membayar biaya pendidikan anak. Misalnya saat akan membayar uang pangkal masuk sekolah SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi.

Biaya pendidikan yang terus meningkat membuat orang tua mencari alternatif pembiayaan bagi pendidikan anak-anaknya pada masa mendatang. Walaupun
tidak menutupi semua kebutuhan biaya pendidikan, dengan adanya asuransi pendidikan Anda akan terbantu.

Itulah sebabnya sebagian besar orangtua yang memiliki polis asuransi pendidikan menyamakan jatuh tempo pembayaran sesuai dengan jenjang pendidikan anak, yakni saat masuk SD, masuk SMP, masuk SMA atau masuk perguruan tinggi. Sebab, ketika anak-anak kejenjang sekolah yang lebih tinggi, masyarakat harus menyiapkan dana besar.

Tidak semua orangtua bisa membiayai pendidikan anak-anak. Apalagi tidak seorang pun yang bisa meramalkan masa depan akan seperti apa. Asuransi pendidikan bisa menjadi alternatif bagi orangtua yang ingin menjamin masa depan anak-anaknya.

Walaupun sebenarnya nilai asuransi pendidikan yang diikuti jumlahnya tidak sebesar biaya pendidikan, paling tidak Anda sudah berupaya maksimal untuk menutupi biaya pendidikan.

Merencanakan Masa Depan

Semua impian dapat terwujud jika sejak dini mulai merencanakan masa depan dengan berhemat dan mengusahakan untuk menernpatkan dana dalam produk-produk keuangan seperti tabungan, asuransi, dan investasi.

 Kegunaan tabungan adalah menyimpan uang untuk keperluan dan kebutuhan sehari hari.

Sedangkan produk asuransi adalah untuk ‘tempat bergantung’ dalam menghadapi keadaan yang tidak diinginkan dan memerlukan biaya besar, seperti
operasi sampai ke musibah kematian. Dengan produk ini, beban keuangan yang seharusnya Anda tanggung dapat dialihkan ke asuransi.

Investasi digunakan untuk kebutuhan dimasa mendatang yang relatif agak panjang, seperti persiapan dana untuk anak kuliah, persiapan pensiun dan lain sebagainya.

Dengan beragam produk investasi saat ini yang menjanjikan hasil investasi cukup tinggi, serta pengetahuan dan kecermatan, Anda bisa menikmati hidup senang sampai tua serta memiliki uang banyak.

Persiapkan Dana Pendidikan Sekarang

Banyak menemukan orang tua yang  walaupun sadar bahwa pendidikan itu sangat penting tetapi tidak begitu mempedulikan persiapan dana pendidikan itu sendiri.
Banyak orang tua yang meminjam uang kesana-kemari pada saat datangnya tahun ajaran baru.

Kenapa sih orangtua kadang tidak siap dari segi dana ketika tiba waktunya si anak masuk sekolah?
Mungkin karena orangtua tidak menganggap bahwa dana pendidikan itu penting untuk dipersiapkan sejak sekarang.

Alasan kenapa dana pendidikan penting untuk
dipersiapkan, sejak sekarang:

  • Mahalnya Biaya Pendidikan Pada Saat Ini. Biaya Pendidikan pada saat ini sudah cukup tinggi. Bagi banyak orang, biaya pendidikan setinggi itu sudah tentu terasa mencekik leher.
  • Naiknya Biaya Pendidikan dari Tahun ke Tahun. Sudah biaya pendidikan di rasa mahal, jumlah tersebut biasanya akan terus naik dari tahun ke tahun. Dengan asumsi kenaikan sebesar 10 persen per tahun, maka dalam 17 tahun mendatang, bukan tidak mungkin Biaya Kuliah selama 5 tahun di S1 bisa mencapai sekitar Rp 300 juta.
  • Ekonomi Tidak Selalu Baik. Bila keadaan ekonomi menurun, bukan tidak mungkin penghasilan orang tua menjadi berkurang atau malah berhenti sehingga bisa saja dana pendidikan untuk si anak tidak akan siap bila dibutuhkan.
  • Fisik Manusia Tidak Selalu Sehat. Bila Anda tidak menabung dan mempersiapkan dana pendidikan anak dari sekarang, maka bila suatu saat kelak fisik Anda tidak memungkinkan untuk Anda bisa terus bekerja, jangan harap dana pendidikan untuk anak Anda bisa tersedia.
Satu alasan lagi yang membuat kenapa dana pendidikan penting sekali untuk dipersiapkan sejak sekarang:
“Jadwal pendidikan anak Anda tidak mungkin dimundurkan atau ditunda.”
Jadwalnya sudah pasti. Kalau anak Anda sudah waktunya masuk SMA tetapi Anda tidak punya dana yang cukup untuk membayar uang pangkal, Anda mau memundurkan jadwal anak Anda masuk SMA ke tahun berikutnya?

Menunda Menabung Pendidikan

Hampir setiap orang mengeluhkan besarnya biaya pendidikan, apalagi bila dibayangkan 15 tahun mendatang saat anak kita mulai memerlukannya.

Beberapa alasan yang menyebabkan menyiapkan dana pendidikan anak menjadi sangat penting:

Tingginya biaya pendidikan saat ini. Seorang anak balita yang masih duduk di taman kanak-kanakpun, telah cukup membebani arus keuangan keluarga, baik biaya bulanan, antar-jemput, kegiatan ekstraulikuler. Apalagi bila kita melihat jenjang pendidikan formal yang lebih tinggi lagi, sebut saja perguruan tinggi atau universitas.

Kenaikan biaya Sekolah dari tahun ke tahun. Selain mahalnya biaya pendidikan saat ini, biaya pendidikan di Indonesia selalu mengalami kenaikan setiap tahun. Kenaikan biaya ini bukan hanya terjadi di
perguruan tinggi saja, akan tetapi jenjang pendidikan yang lebih rendah seperti TK, SD, SMP dan SMU juga mengalami kenaikan. Sebagai orang tua, kita harus siap menghadapi tingginya biaya pendidikan di masa datang.

Keterbatasan fisik atau masa kerja yang terbatas. Kita biasanya menunda merencanakan dan mempersiapkan dana pendidikan anak dengan alasan merasa sehat dan masih tetap bisa bekerja sampai anak menyelesaikan pendidikan. Hal ini sangat berbahaya, karena. sebetulnya setiap orang memiliki risiko tidak bisa bekerja lagi karena suatu hal, misalnya sakit atau kecelakaan. Risiko ini menyebabkan terputusnya aliran arus masuk keuangan keluarga yang pada akhirnya merusak tatanan keuangan keluarga.

Kunci keberhasilan menyiapkan dana pendidikan sangat sederhana, mulailah mempersiapkannya dari sekarang dan melakukannya dengan konsisten selama jangka waktu yang dibutuhkan. Sekali lagi mulailah sekarang jangan menundanya, minggu depan, bulan depan apalagi tahun depan. Memulai lebih awal memberikan keuntungan dari besarnya dana yang harus disisihkan tiap bulan untuk mencapai total dana yang diinginkan.

Harga Kebiasaan Menunda

Masalah utama yang membuat orang gagal menciptakan kehidupan yang sejahtera sebagaimana mereka harapkan, (Ric Edelman, The Truth about Money) yakni:

  1. Sikap suka menunda-nunda (procrastination);
   2. Kebiasaan menghabiskan (spending habits);
   3. Inflasi yang terus meningkat (inflation); dan
   4. Pajak (taxes)

Sikap suka menunda-nunda perencanaan keuangan, merupakan faktor utama tidak tercapainya kehidupan sejahtera di masa datang.

Wah, usia saya saat masih di awal 30-an, baru saja memulai untuk
mengumpulkan dana belum dalam jumlah yang signifikan.

Alasan yang berusia 35-an sampai 40. Keluarga saat ini  membutuhkan biaya yang tidak sedikit, kami akan memulainya begitu anak-anak nanti sudah cukup besar, kita bisa memulai untuk menabung.

Kemudian mereka yang berusia 50-an akan mengatakan waktu berlalu sangat cepat. Kita tidak lagi sempat untuk menginvestasikan untuk kebutuhan pensiun nanti.

Mereka yang memasuki masa pensiun, usia 55-60, ternyata Anda tidak memiliki dana cukup untuk dapat hidup layak semasa pensiun.

Maka Anda berkhayal, mulai menyisihkan dana secara regular 30 taun yang lalu. Nasi telah menjadi bubur.

Menunda perencanaan keuangan guna mempersiapkan biaya-biaya pendidikan anak misalnya, dapat berdampak buruk kalau dilihat dalam jangka panjang. Akibatnya, anak-anak yang kita cintai mungkin saja akan kehilangan kesempatan untuk dapat menikmati proses pembelajaran di lembaga-lembaga yang bermutu baik, karena keterbatasan biaya.

Sisihkan Pendapatan untuk Masa Depan

Kapankah anda menabung?
Biasanya Kita mengatakan bahwa akan menabung kalau ada uang lebih.
Dan anehnya, sangat jarang sekali mereka memiliki uang lebih. Akibatnya, merekapun jarang menabung.

Jadi, kapankah sebenarnya waktu yang tepat untuk menabung?
Jawabnya adalah ketika pertama kali anda menerima uang. Seharusnya, anda sudah membuat rencana untuk menyisihkan beberapa persen pendapatan untuk menabung.

Awalnya memang akan sangat sulit melakukan ini, tapi jika dibiasakan tentu akan menjadi mudah. Bahkan jika kita sesekali melihat saldo tabungan kita, biasanya kita akan
semakin terpacu untuk menabung lebih banyak dan lebih banyak lagi.

Apalagi jika dikemudian hari tabungan itu benar-benar bermanfaat untuk kita, wah akan jadi nilai yang tak terhingga jadinya.

Maka, mulailah merencanakan dana masa depan anda mulai sekarang. Tung Desem Waringin pernah memberikan saran untuk menyisihkan 20% pendapatan untuk investasi atau ditabung. Jika anda merasa kesulitan, anda bisa memulai dengan 10% pendapatan terlebih dahulu. Setelah itu baru deh ditambah sedikit demi sedikit.

Jika hal ini rutin anda lakukan tiap bulan, maka saat anda sudah tak mampu bekerja lagi, tabungan investasi anda mungkin sudah mampu membiayai kehidupan anda

Education Plan

Produk MaestroLink Plus juga menyediakan packaging yang dirancang khusus untuk merencanakan dana pendidikan putra-putri Anda di masa depan.

Keunggulan Education Plan:

  • Fleksibilitas setoran premi dan penarikan manfaat.
  • Hasil investasi yang optimal sesuai dengan jenis investasi pilihan Anda.
  • Proteksi tetap aktif walaupun anak sudah selesai sekolah.
  • Proteksi lengkap bagi orang tua.
Proteksi bagi Orang Tua:
  • Santunan rawat inap Rumah Sakit
  • Santunan meninggal dunia
  • Santunan meninggal dunia karena kecelakaan
  • Santunan cacat tetap total
Pilihan Jenis Investasi
Jenis Investasi  Tingkat Resiko
MaestroLink Cash Plus Rupiah Rendah
MaestroLink Fixed Income Plus Rupiah Rendah
MaestroLink Balanced Rupiah Sedang
MaestroLink Equity Plus Rupiah Tinggi
MaestroLink Fixed Income Plus US Dollar Rendah